Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 
Related Post...
6 Rukun Iman dan Makna yang Terkandung di Dalamnya
Bismillahirrahmanirrahiim
Dalam agama islam dikenal dua pilar penting
yang menjadi pedoman hidup bagi seorang
muslim, yaitu Rukun Iman dan Rukun
Islam. Iman. Menurut bahasa, artinya
membenarkan. Sedangkan, iman menurut
istilah syariat, maksudnya mengakui dengan lisan (perkataan), membenarkan (tashdiiq)
dengan hati dan mengamalkannnya dengan
anggota tubuh.
Adapun Rukun iman itu sendiri terdiri atas 6
rukun antara lain:
- Iman kepada Allah.
- Iman kepada para malaikat.
- Iman kepada kitab-kitab Allah.
- Iman kepada Nabi dan Rasul.
- Iman kepada had akhir (kiamat).
- Iman kepada Qodar Allah yang baik atau yang buruk.
Untuk memudahkan untuk memahami Makna
masing-masing rukun kita hanya berpedoman
pada pengertian iman itu sendiri, yaitu:
Mengakuinya dengan lisan
Membenarkannya dengan hati dan kemudian
Mengamalkannya dengan anggota tubuh.
1. Makna iman kepada Allah
Iman kepada Allah bermakna bahwa kita
meyakini tentang penjelasan Allah dan
Rasulnya mengenai keberadaan Tuhan.
Untuk lebih terperinci lagi, makna iman kepada
Allah dapat kita jabarkan dalam empat poin.
Pertama, meyakini bahwa penciptaan manusia adalah kehendak Allah dan tidak mahkluk lain
yang terdapat di semesta alam tanpa
pengetahuan Allah swt,
kedua ialah meyakini
bahwa Allah lah yang menciptakan bumi dan
alam semesta dan Allah pulalah yang
memberikan reski kepada manusia dan mahkluk lainnya.
Ketiga, yaitu meyakini bahwa
Allahlah yang patut disembah dan hanya
kepadaNyalah segala ibadah ditujukan,
misalnya berzikir, sujud, berdoa, dan meminta.
Semuanya hanya kepada Allah semata.
Keempat yaitu meyakini sifat-sifat Allah yang tercantum dalam alquran (Asmaul
Husna)
2. Makna Beriman kepada Malaikat Allah
Malaikat ialah mahkuluk gaib yang diciptakan
Allah dari cahaya, dengan ketaatan selalu
menjalankan perintah Allah dan
kesanggupannya untuk beribadah kepada Allah.
Malaikat diciptakan tidak memiliki sikap
ketuhanan dan hanya Allahlah Tuhan semesta alam. Jumlah malaikat sangat banyak dan
semuanya tunduk dan menjalankan perintah
Alla swt.
Makna beriman kepada malaikat dapat
dijabarkan kedalam empat poin:
pertama,
mengimani wujud mereka.
Kedua, mengimani nama-nama malaikat
yang telah kita ketahui namanya, sedangkan
yang kita tidak ketahui namanya kita
mengimaninya secara Ijmal (garis besar).
Ketiga, mengimani sifat malaikat yang
terdapat dalam hadis, misalnya Rasullullah
saw, pernah bertemu langsung dengan malaikat
jibril yang memiliki 600 sayap (Bukhari) di
hadis lain dikatakan setiap sayap malaikat
jibril menutupi setiap ufuk (Ahmad).
Dan Keempat, yaitu mengimani tugas
malaikat seperti yang telah diberitahukan
kepada kita. Malaikat senantiasa beribada
kepada Allah; bertasbih siang dan malam dan
berthawaf di Baitul Ma'mur dan lain
sebagainya.
3. Makna beriman kepada Kitab-kitab Allah
Pertama, mengimani bahwa kitab itu datangnya
dari Allah swt.
Kedua, mengimani kitab tersebut baik secara
rinci (tafshil) maupun secara garis besar (ijmal)
, tafshil artinya mengimani bahwa kitab yang
diturunkan kepada Nabi ini adalah kitab ini, sedangkan secara garis besar kita meyaini
bahwa kitab diturunkan kepada Nabi dan
Rasul meskipun tidak diketahui namanya.
Ketiga, yaitu membenarkan perkataan yang
tertulis dalam kitab-kitab tersebut yang masih
murni (Belum dirubah).
Keempat, mengamalkan hukum yang tertulis
dalam kitab tersebut selama kitab tersebut
belum "dihapus", yang dimaksud dengan kata
dihapus disini ialah, kita hanya mengimani satu
kitab saja yaitu Al quran, karena kehadiran Al
quran mengakibatkan kitab-kitab sebelumnya menjadi mansukh (dihapus). Al quran ialah
kitab yang mewakili setiap ummat sampai akhir
masa.
4. Makna beriman kepada Nabi dan Rasul
Beriman kepada Nabi dan Rasul, bermakna
bahwa kita meyakini Nabi dan Rasul ialah
manusia utusan Allah yang diutus di muka
bumi untuk menyampaikan kabar gembira dan
ancaman. Meyakini bahwa Nabi dan Rasul
adalah mahkluk yang diutus Allah ke Bumi untuk memberi petunjuk ke umat manusia
hingga kembali ke jalan lurus.
Beriman kepada
Nabi dan Rasul artinya ialah memercayai
segala ajarannya baik dari lisan maupun
sebagai sauri teladan. Dengan mengetahui
maka beriman kepada Nabi dan Rasul, Manusia sebagai hamba yang mulia sudah
sepantasnya meyakininya dan mengikuti jejak
suri teladan Nabi dan Rasul
5. Makna beriman kepada hari akhir
Beriman kepada hari akhir artinya kita
meyakini tanda-tanda akan datangnya hari
kiamat, seperti lahirnya dajjal turunnya Isa
as. Datangnya Ya'juj dan Ma'juj, terbitnya
matahari dari barat.
Kemudiaan diangkatnya
ilmu dari muka bumi yang ditandai dengan wafatnya para ulama, semakin banyak terjadi
perzinaan, amanah tidak lagi dijalankan,
urusan diserahkan kepada yang bukan
ahlihnya, jumlah perempuan jauh melebihi
jumlah lak-laki dan terjadi kekacauan dan
pembunuhan dimana-mana
Selain itu Pula, makna beriman kepada hari
akhir yaitu kita mengimani kejadian gaib
lainnya seperti dibangkitkannya manusia dari
kubur, dikumpulkannya manusia di padang
mashar, adanya hari pembalasan, adanya siksa
kubur dan nikmat kubur, dan meyakini adanya surga dan neraka. Semua dilakukan semata-
mata untuk mendekatkan diri kepada Allah.
6. Makna beriman kepada qada dan qadar
Makna beriman kepada qada dan qadar
artinya ialah kita mengimani bahwa apapun
yang terjadi di muka bumi bahkan kepada diri
kita sendiri sebagai manusia baik maupun buruk
merupakan kehendak dari Allah swt.
Namun keburukan tersebut tidak dinisbahkan
kepada Allah, melainkan kepada manusia
sebagai mahkluk ciptaanNya, sedangkan jika
keburukan tersebut dikaiitkan dengan Allah,
maka keburukan tersebut merupakan suatu
bentuk keadilan terhadap sesuatu pihak yang tidak dapat terduga oleh pengetahuan manusia.
Allah menciptakan mudharat pastilah ada
maslahat. Di setiap keburukan terdapat makna
yang mendalam, baik itu diketahui oleh
manusia, maupun tidak diketahui oleh manusia.
Keterangan
Edit by : Berbagi Berita Islam
Sumber : Klik Disini
Artikel : 6 Rukun Iman dan Makna yang Terkandung di Dalamnya
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh